Minggu, 30 Mei 2021

Ekonomi Sumberdaya Hutan

 

Paper Ekonomi Sumberdaya Hutan                                                  Medan,  Mei 2021

POTENSI DAN DAYA TARIK HUTAN MANGROVE BAROS, KAB. BANTUL YOGYAKARTA

Dosen Penanggung Jawab:

Dr. Agus Purwoko, S.Hut., M.Si.

Disusun Oleh :

Yunita Sihite

191201124

HUT 4C

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PROGRAM STUDI KEHUTANAN

FAKULTAS KEHUTANAN

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

MEDAN

2021



KATA PENGANTAR

 

Puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan perlindunganNya sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan paper yang berjudul “Potensi dan Pemanfaatan Ekowisata Hutan Mangrove Baros, Kab. Bantul Yogyakarta” ini dengan tepat waktu. Paper Ekonomi Sumberdaya Hutan ini disusun untuk memenuhi syarat dalam penilaian Ujian Akhir Semester bagi mahasiswa Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan, Universitas Sumatera Utara.

Dalam penyelesaian paper ini, penulis mendapatkan bantuan dari berbagai pihak. Oleh sebab itu penulis mengucapkan terimakasih yang besar kepada Dr. Agus Purwoko, S.Hut., M.Si. selaku dosen penanggungjawab mata kuliah Ekonomi Sumberdaya Hutan, yang telah mengajarkan materi kuliah dengan baik, sehingga membantu penulis untuk.

Penulis juga sadar bahwa penulisan paper ini masih jauh dari kata sempurna, baik dari penyusunan materi dan tata penulisan. Oleh karena itu, penulis sangat menghargai setiap kritik dan saran dari para pembaca demi penyempurnaan paper Ekonomi Sumberdaya Hutan ini. Akhir kata, semoga paper Ekonomi Sumberdaya Hutan ini bermanfaat bagi kita semua.

 

 

 

 

 

Medan,   Mei 2021

 

 

            Penulis            

 


 

 

 

DAFTAR ISI

Halaman

KATA PENGANTAR....................................................................................... i

DAFTAR ISI....................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN

          1.1 Latar Belakang....................................................................................... 1

          1.2 Rumusan Masalah.................................................................................. 2

          1.3 Tujuan Penulisan.................................................................................... 2

BAB II PEMBAHASAN

          2.1 Vegetasi di Hutan Mangrove Baros, Kab. Bantul Yogyakarta............. 3

          2.2 Potensi ekowisata di Hutan Mangrove Baros, Kab. Bantul.................. 3

          2.3 Daya Tarik di Hutan Mangrove Baros, Kab. Bantul Yogyakarta......... 4

BAB III PENUTUP

          3.1 Kesimpulan............................................................................................ 5

DAFTAR PUSTAKA......................................................................................... 6



 

BAB I

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Menurut Undang-Undang Kepariwisataan No.9 Tahun 1990, Pariwisata adalah suatu p erjalanan yang dilakukan untuk sementara waktu dari suatu tempat ke tempat lain dengan maksud tidak untuk mencari nafkah di tempat yang dikunjungi tapi hanya semata untuk menikmati perjalanan tersebut untuk mencapai kepuasan (UU Kepariwisataan No.9 Tahun 1990). Dengan adanya pariwisata akan lebih mengenal bangsa, kebudayaan, adat-istiadat dan sekaligus dapat menikmati keindahan alam di negara lain. Pengembangan pariwisata memiliki kekuatan penggerak perekonomian yang sangat luas, tidak semata-mata terkait dengan peningkatan kunjungan wisatawan, namun yang lebih penting lagi adalah pengembangan pariwisata yang mampu membangun semangat kebangsaan dan apresiasi terhadap kekayaan seni budaya bangsa (Indah, 2018).

Sedangkan Ekowisata didefinisikan sebagai bentuk pariwisata yang dilakukan di daerah-daerah alami, yang belum banyak tercemari, yang tujuannya adalah untuk mempelajari, mengagumi, dan menikmati keadaan alam beserta flora dan faunanya, serta perwujudan budaya masyarakat yang ada di daerah tersebut. Kemudian ada teori lain yang berpendapat bahwa Ekowisata adalah perjalanan yang bertanggung jawab ke daerah-daerah alami dengan cara mengonservasi lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan penduduk lokal dan Ekowisata adalah perjalanan bertanggung jawab ke daerah alami yang melestarikan lingkungan, menopang kesejahteraan masyarakat lokal, serta melibatkan interpretasi dan pendidikan. Jadi pada dasarnya Ekowisata adalah suatu konsep pelestarian lingkungan dengan memanfaatkan lingkungan itu sendiri. Ekowisata juga dikenal dengan istilah lain, seperti: pariwisata minat khusus (special interest tourism), pariwisata yang bertanggung jawab (responsible tourism). Salah satu contoh wisata yang melekat dengan alam yaitu Hutan mangrove (Indah, 2018).

Hutan Mangrove Baros merupakan suatu kawasan wisata alam yang memiliki banyak potensi sumber daya alam yang beragam, namun sebagai salah satu kawasan wisata alam pengelolanya belum mengoptimalkan pemanfaatan wisata alam ini sesuai dengan kaidah ekowisata. Sehingga perlu adanya suatu kajian dan analisis mengenai potensi sumber daya yang memiliki. Perkembangan kawasan wisata di pantai selatan Bantul, tidak hanya berupa destinasi pantai saja, namun juga ada gumuk pasir, laguna, dan juga hutan mangrove. Sebagai bentuk wisata yang sedang menjadi trend, ekowisata mempunyai kekhususan tersendiri Perkembangan kawasan wisata di pantai selatan Bantul, tidak hanya berupa destinasi pantai saja, namun juga ada gumuk pasir, laguna, dan juga hutan mangrove (Purwaningrum, 2020).

Hutan Mangrove Baros berlokasi di Dusun Baros, Kecamatan Kretek, Bantul, DIY. Luas hutan mangrove Baros sekitar 7 Ha, membentang di sepajang pesisir sungai Opak hingga bermuara ke laut. Keberadaan hutan mangrove bagi masyarakat sekitar sangatlah penting karena keberadaan mangrove memberikan pengaruh perlindungan alami yang besar pada sektor pertanian yang menjadi mayoritas sumber mata pencaharian penduduk Baros. Fungsi lain dari adanya mangrove Baros yaitu sebagai filter air asin yang masuk ke wilayah Baros. Serta dengan adanya mangrove ini, manfaat yang dirasakan warga yaitu menumbuhkan kembali ekosistem alam seperti bertambahnya populasi burung, mamalia serta biota air (Yenny, 2017 ).

1.2 Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah dalam penulisan ini adalah sebagai berikut.

1.      Apa saja vegetasi di Hutan Mangrove Baros, Kab. Bantul Yogyakarta?

2.      Bagaimana potensi ekowisata di Hutan Mangrove Baros, Kab. Bantul Yogyakarta?

3.      Bagaimana daya tarik Hutan Mangrove Baros, Kab. Bantul Yogyakarta?

1.3 Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dalam penulisan ini adalah sebagai berikut.

1.      Untuk mengetahui vegetasi di Hutan Mangrove Baros, Kab. Bantul Yogyakarta

2.      Untuk mengetahui potensi ekowisata di Hutan Mangrove Baros, Kab. Bantul Yogyakarta

3.      Untuk mengetahui daya tarik Hutan Mangrove Baros, Kab. Bantul Yogyakarta


BAB II

PEMBAHASAN

 

2.1 Vegetasi di Hutan Mangrove Baros, Kab. Bantul Yogyakarta  

Pada awalnya hanya ada dua jenis mangrove yang hidup secara alami di kawasan ini yakni jenis Bruguiera sp dan Avicenia sp. Bruguiera sp memiliki ciri-ciri dengan pohon termasuk ke dalam jenis tanaman perdu atau pohon kecil. Jenis mangrove tersebut sering ditemukan di zona daratan yang lebih kering, meskipun pohon ini mampu hidup di berbagai kondisi salinitas tinggi maupun rendah. Sedangkan jenis Avicenia, atau sering dikenal dengan sebutan api-api ini memiliki akar nafas yang panjang dan rapat muncul di sekeliling pangkal batang. Jenis mangrove yang saat ini ada dikembangkan di kawasan ekowisata Hutan Mangrove Baros antara lain Sonneratia sp, Nypa dan Rhizopora apiculata.

Selain tanaman bakau, kawasan ini juga tumbuh beberapa macam vegetasi lain seperti pohon waru (hibiscustiliaceus) dan pohon pandan laut (pandanusodorifer). Banyak tumbuhan dan hewan yang berinteraksi di dalam kawasan mangrove. Berbagai jenis hewan menggunakan kawasan konservasi mangrove untuk mencari makan, tempat berlindung dan tempat tinggal selama siklus hidupnya. Fauna yang tinggal di kawasan mangrove Baros ini meliputi fauna darat dan laut. Fauna yang ada di kawasan tersebut antara lain: Popaco, Burung kuntul, kepiting kecil dan Ikan belodok.      

2.2 Potensi Ekowisata di Hutan Mangrove Baros, Kab. Bantul Yogyakarta    

            Potensi ekosistem baik flora dan fauna yang ada di hutan mangrove Baros merupakan hal yang menopang hutan mangrove Baros menjadi kawasan ekowisata. Kawasan Mangrove Baros Muara Sungai Opak memang merupakan kawasan perintis di muara sungai kabupaten Bantul. Pengelola kawasan ini berhasil mengembangkan hutan bakau tidak hanya sebagai kawasan koservasi namun juga memberikan edukasi sekaligus hiburan bagi masyarakat sebagai sebuah destinasi wisata. Seiring berjalannya waktu sekitar tahun 2010 disaat edukasi semakin baik dan keterlibatan masyarakat sekitar semakin banyak maka mulailah Kawasan Hutan Mangrove Baros disiapkan menjadi tempat tujuan wisata edukasi.

            Kawasan ekowisata hutan mangrove Baros mempunyai potensi yang meliputi : kawasan mangrove, lahan budidaya pertanian, muara sungai opak, area wisata edukasi, pengelola lokal dan dukungan dari berbagai pihak baik pemerintah maupun lembaga swadaya masyarakat. Potensi tersebut dapat dikembangkan menjadi kawasan wisata dengan prinsip ekowisata. Ekowisata Kawasan Konservasi Mangrove Baros merupakan produk pengembangan dari usaha konservasi mangrove sebagai wisata minat khusus dengan mengkolaborasikan potensi kawasan mangrove, mata pencaharian serta kearifan lokal penduduk. Melalui pemberdayaan masyarakat, KP2B sebagai pengelola mengajak masyarakat Baros untuk turut andil di dalam kegiatan ekowisata.

2.3 Daya Tarik di Hutan Mangrove Baros, Kab. Bantul Yogyakarta

          Kawasan Hutan Mangrove ini terbilang cukup baru, meskipun masih baru wisata ini sudah menyediakan beberapa fasilitas-fasilitas dan wisatawan yang datang bisa menikmati beberapa daya tarik yang disuguhkan oleh Hutan mangrove ini, diantaranya:

1. Ikon Hutan Mangrove Baros.

Ikon ini dimaksudkan sebagai ajang promosi untuk mengenalkan kawasan mangrove baros kepada wisatawan dan menciptakan daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang suka berfoto selfie.

2. Menara Pandang

Menara pandang dibuat supaya wisatawan yang datang bisa naik ke menara tersebut sehingga bisa melihatlihat pemandangan di kawasan Hutan mangrove Baros tersebut

3. Wisata Edukasi

Para wisatawan akan dijelaskan berbagai macam informasi mengenai hutan mangrove dan keanekaragaman flora fauna yang ada. Penanaman mangrove juga bersifat edukatif karena memberikan pengetahuan kepada masyarakat.

4. Naik Perahu

Wisatawan bisa menyusuri rindangnya hutan mangrove dengan naik perahu atau dengan menaiki rakit di sepanjang muara sungai.

BAB II

KESIMPULAN

 

3.1 Kesimpulan

1.      Pada awalnya hanya ada dua jenis mangrove yang hidup secara alami di kawasan ini yakni jenis Bruguiera sp dan Avicenia sp.

2.      Fauna yang tinggal di kawasan mangrove Baros ini meliputi fauna darat dan laut. Fauna yang ada di kawasan tersebut antara lain: Popaco, Burung kuntul, kepiting kecil dan Ikan belodok.

3.      Potensi ekosistem baik flora dan fauna yang ada di hutan mangrove Baros merupakan hal yang menopang hutan mangrove Baros menjadi kawasan ekowisata.

4.      Kawasan ekowisata hutan mangrove Baros mempunyai potensi yang meliputi : kawasan mangrove, lahan budidaya pertanian, muara sungai opak, area wisata edukasi, pengelola lokal dan dukungan dari berbagai pihak

5.      Hutan mangrove baros sudah menyediakan beberapa fasilitas-fasilitas dan wisatawan yang datang bisa menikmati beberapa daya tarik yang disuguhkan seperti ikon hutan, menara pandang, wisata edukasi dan naik perahu.

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Indah AN. 2018. Daya Tarik Hutan Mangrove Baros sebagai Kawasan Ekowisata di Kabupaten Bantul Yogyakarta. Sekolah Tinggi Pariwasata Ambarrukmo Yogyakarta.

Kusumawiranti R. Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) pada Ekosistem Mangrove Di Baros, Tirtohargo, Kretek, Bantul. Program Studi Ilmu Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Widya Matara.

Purwaningrum H. 2020. Pengembangan Ekowisata Hutan Mangrove Pantai Baros Desa Titihargo Kecamatan Kretek Kabupaten Bantul.  Journal of Tourism and Economic. 3(1): 31-40.

Yenny M, Hendrarto B, Hidayat JW. 2017. Strategi Penglolaan Ekosistem Mangrove di Baros Melalui Pertimbangan Jasa Ekosistem Menurit Perspektif Masyarakat Pengguna Jasa. Coastal and Ocean Journal. 1(2): 91-98.

Ekonomi Sumberdaya Hutan

  Paper Ekonomi Sumberdaya Hutan                                                    Medan,   Mei 2021 P OTENSI DAN DAYA TARIK HUTAN MAN...