Laporan Kewirausahaan Medan Juni 2020
MENGINTIP WISATA KEBUN NANAS
POPULER DI SUMATERA UTARA
Dosen
Penanggung jawab:
Dr. Agus Purwoko, S.Hut., M.Si.
Oleh :
Yunita
Sihite
191201124
HUT
2C
PROGRAM STUDI KEHUTANAN
FAKULTAS KEHUTANAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2020
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan
Yang Maha Kuasa
atas rahmat-Nya sehingga laporan ini dapat selesai tepat pada waktunya. Adapun laporan dengan judul “Mengintip Wisata
Kebun Nanas Populer di Sumatera Utara” ini disusun dengan maksud untuk memenuhi tugas kewirausahaan di Program
Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan di Universitas Sumatera Utara.
Penulis mengucapkan terima kasih kepada
dosen penanggungjawab Mata Kuliah yaitu Bapak Dr. Agus Purwoko, S.Hut., M.,Si
yang telah memberikan materi dengan baik. Penulis juga mengucapkan terima kasih
kepada asisten yang telah memberikan bimbingan selama penulisan laporan ini.
Penulis menyadari bahwa penyusunan makalah ini
masih jauh dari kata sempurna. Untuk itu
kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan dari saudara/saudari
sekalian. Penulis mengucapkan banyak terima kasih dan berharap laporan ini
dapat berguna dan bermanfaat bagi kita semua.
Medan, Juni 2020
Penulis
DAFTAR ISI
Halaman
KATA PENGANTAR.................................................................................. i
DAFTAR ISI ............................................................................................... ii
BAB I
Latar Belakang ....................................................................................... 1
Profil Usaha Narasumber ....................................................................... 2
BAB II
Prestasi Narasumber................................................................................ 5
BAB III
Pendekatan Kreatif................................................................................ 6
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan............................................................................................ 7
Saran...................................................................................................... 7
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
Latar Belakang
Wisata merupakan kegiatan perjalanan yang dilakukan oleh seorang atau
sekelompok orang dengan mengunjungi tempat tertentu untuk tujuan rekreasi,
pengembangan pribadi, atau mempelajari keunikan daya tarik wisata yang
dikunjungi dalam jangka waktu sementara. Pariwisata dilakukan ke suatu tempat
wisata karena merasa jenuh dengan kegiatan di hari kerja dan produktivitas yang
semakin meningkat. Pembangunan pariwisata yang beragam di Indonesia membuat
setiap daerah dapat mengandalkan pariwisataan karena dapat meningkatkan
lapangan pekerjaan, meningkatkan pendapatan daerah serta meningkatkan minat
masyarakat dalam berwisata.
Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia yang memilki
13.466 pulau. Indonesia memiliki potensi pariwisata mulai dari bentukan alam
secara alami, keadaan sosial yang beragam seperti budaya, suku,dan adat
istiadat yang dapat dijadikan sebagai aktivitas pariwisata.pemerintah
mengupayakan untuk memajukan aktivitas pariwisata di daerahnya dengan
meningkatkan pembangunan wilayah yang memiliki potensi pariwisata, memperbaiki
aksebilitas baik dari dan menuju daerah yang memiliki daya tarik wisata dan
mengajak masyarakat untuk memiliki minat pariwisata agar dapat berperan dalam
memajukan potensi pariwisata. Pariwisata unggulan pun tak jarang menjadi salah
satu icon dari suatu daerah.
Salah satunya terdapat di Sumatera Utara yaitu sebuah wisata kebun
nanas. Nanas adalah salah satu tanaman buah yang banyak dibudidayakan di daerah
tropis dan subtropis. Buah nanas banyak dibudidayakan di Indonesia. Karena itu,
buah nanas merupakan bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia dimana semua
bagian tanaman dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi. Di samping
itu, arti penting bagi masyarakat juga tercermin dari luasnya areal perkebunan
rakyat yang mencapai 47% dari 3,74 juta ha dan melibatkan lebih dari tiga juta
rumah petani. Pengusahaan nanas juga membuka tambahan kesempatan kerja dari kegiatan
pengolahan produk turunan dan hasil samping yang sangat beragam (Tarmansyah,
2007).
Profil Usaha Narasumber
Parhonasan dalam bahasa batak berarti ”suatu tempat yang
ditanami tumbuhan nanas/ladang nanas.” Usaha tersebut dirintis oleh Ibu Ramine
Sipayung (lahir di Polling tahun 1942) ia dulunya adalah seorang ibu rumah
tangga yang bertempat tinggal di desa Sempung, Kecamatan Lae Parira bersama
tujuh orang anaknya. Usaha ini dimulai sekitar tahun 1978, Ibu Remine
mulai menanam berbagai macam tanaman dikebun yang memiliki luas sekitar 2
hektar mulai dari tanaman tebu, jagung, pisang, kacang hijau dan juga nanas
bersama anak dan suaminya. Kemudian pada tahun 2000, kebun itu mulai dikelola
oleh putranya bernama Paian Paruntungan Saragih (lahir di Bongkaras tahun 1976),
beliau merupakan seorang tamatan Sarjana Teknik Panca Budi. Kemudian pada tahun
2003 setelah beliau menikah dengan Emma Susanti Silalahi (lahir di Proyek
Bengaru tahun 1980) merekapun mulai merintis kembali tanaman nanas dikebun
seluas 2 hektar tersebut.
Pada tahun 2005, kebun ini semakin populer dikalangan
masyarakat dengan didirikannya bangunan berupa pondok-pondok tempat pengunjung
beristirahat. Tempat tersebut bukan hanya untuk menikmati buah nanas saja tetapi
juga telah menyediakan berbagai macam minuman dan cemilan. Selain nanas, ada
beberapa tanaman yang juga ditanami dan
buahnya dijual ditempat ini antara lain, pohon durian, rambutan, alpukat dan
kuweni. Tempat ini semakin populer dengan didirikannya sebuah tugu nanas raksasa
dengan tinggi mencapai sekitar 4 meter sebagai salah satu objek berswafoto dan
tak jauh dari tempat itu juga terdapat beberapa ayunan bagi mereka yang ingin
bersenang-senang sembari menatap pemandangan alam nan indah di sekitar kebun tersebut. Tempat ini sangat cocok dijadikan sebagai tempat berkumpul
bersama teman, kerabat serta keluarga. Mereka akan dimanjakan dengan kenyamanan
dan sejuknya tempat tersebut. Untuk soal harga, nanas di tempat ini juga masih terjangkau, mulai dari Rp.15.000 sampai Rp.30.000 disesuaikan berdasarkan
ukurannya.
Sampai sekarang, tempat wisata ini masih menjadi salah satu icon di Kabupaten Dairi yang selalu dipenuhi oleh pengunjung. Pengunjung yang datang juga bukan hanya datang dari dalam negeri saja, melainkan sudah dikunjungi oleh para wisatawan yang berasal dari luar negeri seperti Korea, Jerman, Prancis, Polandia dan masih banyak lagi.
Wisatawan Australia
Wisatawan Jerman Wisatawan PolandiaPada hari biasa, kebun nanas ini biasanya dikunjungi oleh warga setempat atau juga masyarakat yang sedang berkendara dan singgah untuk menikmati nanas sedangkan di akhir pekan dan hari minggu, pengunjung di tempat ini dipenuhi oleh remaja dan pemuda dari berbagai daerah. Dan puncaknya yaitu pada hari libur, dimana jumlah pengunjung bisa mencapai seriubu pengunjung. Dalam menjalankan usahanya, mereka dibantu oleh keempat anaknya serta beberapa karyawan yang digaji dengan upah yang telah ditentukan. Setiap hari Ibu Emma dan Bapak Paian bekerja membersihkan dan mengelola tanaman nanas mereka sedangkan anak-anaknya berjualan. Keuntungan yang diperoleh dari hasil berjualan nanas kira-kira Rp 2.000.000-3.000.000 tiap bulannya, keuntungan ini akan bertambah lagi pada hari-hari besar seperti tahun baru, hari Natal dan Lebaran.
BAB
II
Prestasi Narasumber
Wisata Parhonasan-Daihonas ini sudah mendapatkan berbagai prestasi salah satunya tampil di berbagai stasiun televisi nasional maupun swasta seperti tvOne, Metro TV, Efarina TV dan beberapa kali masuk surat kabar. Bukan hanya itu, wisata ini juga sudah mendapat penghargaan dari Kabid Pariwisata Dairi.
Tempat ini sudah banyak dikunjungi oleh orang-orang penting seperti Polres Dairi, dosen-dosen ITB bagian Pariwisata dan masih banyak lagi. Belum lagi para pengunjung dari berbagai sekolah dan organisasi seperti TK. Methodist Sidikalang, SMA Parongil, SMA N 2 Sidikalang, dan kumpulan ibu-ibu PKK. Wisata ini juga disponsori oleh banyak pihak seperti bank BRI, bank Sumut dan dari berbagai macam produk makanan dan minuman.
BAB
III
Pendekatan
Kreatif
Sebelum Covid-19 masuk ke Indonesia, wisata Parhonasan-Daihonas ini ramai pengunjung bahkan di hari kerja. Namun karena pandemi ini semakin meluas, pengunjung berkurang drastis atau bisa dikatakan sepi pengunjung walaupun bukan hari kerja. Hal ini juga membuat pemasukan berkurang drastis. Apalagi setelah diberlakukannya PSBB, mereka sempat berpikir untuk menutup sementara waktu tempat wisata ini. Namun melihat situasi, dimana banyak tersedia pondok yang memungkinkan mereka bisa duduk atau bersantai dengan mengatur jarak yang telah dianjurkan pemerintah, wisata ini tetap di buka namun dengan syarat harus mengikuti surat edaran pemerintah yang telah ditempelkan di setiap dinding pondok dan juga tempat cuci tangan yang sudah lengkap sehingga pemerintah setempat mengijinkan tempat wisata ini tetap beroperasi.
BAB
IV
Kesimpulan
Kesimpulan
yang dapat saya ambil dari pengusaha sukses Ibu Emma dan Bapak Paian ini adalah
bahwa setiap orang bisa menciptakan usaha sendiri sesuai dengan minat dan bakat
kita. Namun hal yang perlu kita terapkan dalam pribadi kita adalah harus berani
bekerja keras dan pantang menyerah dalam situasi apapun. Sama halnya dengan Bapak
Paian, beliau tak kenal lelah untuk bekerja dan berupaya membangun serta mengembangkan
wisata tersebut.
Saran
Sebaiknya
kita semua bisa ikut serta membangun pariwisata negara kita, terutama di daerah
kita sendiri dengan mengembangkan bakat yang kita punya.
DAFTAR
PUSTAKA
https://dilokasi.com/Sumatera-Utara/Places/Parhonasan-Kebun-Nenas-Sempung-Polling-2496774
https://vymaps.com/ID/Parhonasan-Kebun-Nenas-Sempung-Polling-2496774/
https://www.picuki.com/tag/laeparira
Tarmansyah.
2007. Inklusi Pendidikan untuk Semua. Jakarta : Depdiknas.










