Kamis, 04 Juni 2020

Wisata Parhonasan-Daihonas

Laporan Kewirausahaan                       Medan      Juni  2020

MENGINTIP WISATA KEBUN NANAS POPULER DI SUMATERA UTARA

Dosen Penanggung jawab:

Dr. Agus Purwoko, S.Hut., M.Si.

Oleh :

 

Yunita Sihite

191201124

HUT 2C


 


 

 



 


                         

PROGRAM STUDI KEHUTANAN

FAKULTAS KEHUTANAN

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

MEDAN

2020


KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas rahmat-Nya sehingga laporan ini dapat selesai tepat pada waktunya. Adapun laporan dengan judul “Mengintip Wisata Kebun Nanas Populer di Sumatera Utara” ini disusun dengan maksud untuk memenuhi tugas kewirausahaan di  Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan di Universitas Sumatera Utara.

Penulis mengucapkan terima kasih kepada dosen penanggungjawab Mata Kuliah yaitu Bapak Dr. Agus Purwoko, S.Hut., M.,Si yang telah memberikan materi dengan baik. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada asisten yang telah memberikan bimbingan selama penulisan laporan ini.

 Penulis menyadari bahwa penyusunan makalah ini masih jauh dari kata  sempurna. Untuk itu kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan dari saudara/saudari sekalian. Penulis mengucapkan banyak terima kasih dan berharap laporan ini dapat berguna dan bermanfaat bagi kita semua.

 

 

 

 

 

                                                                                                Medan,     Juni   2020

 

 

 

 

                                                                                                            Penulis

 

 

 

 

 

DAFTAR ISI

                                                                        Halaman

KATA PENGANTAR..................................................................................  i

DAFTAR ISI ...............................................................................................  ii

BAB I

Latar Belakang ....................................................................................... 1

Profil Usaha Narasumber ....................................................................... 2

BAB II

Prestasi Narasumber................................................................................ 5

BAB III

Pendekatan Kreatif................................................................................ 6

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan............................................................................................ 7

Saran...................................................................................................... 7

DAFTAR PUSTAKA

 

BAB I

Latar Belakang

Wisata merupakan kegiatan perjalanan yang dilakukan oleh seorang atau sekelompok orang dengan mengunjungi tempat tertentu untuk tujuan rekreasi, pengembangan pribadi, atau mempelajari keunikan daya tarik wisata yang dikunjungi dalam jangka waktu sementara. Pariwisata dilakukan ke suatu tempat wisata karena merasa jenuh dengan kegiatan di hari kerja dan produktivitas yang semakin meningkat. Pembangunan pariwisata yang beragam di Indonesia membuat setiap daerah dapat mengandalkan pariwisataan karena dapat meningkatkan lapangan pekerjaan, meningkatkan pendapatan daerah serta meningkatkan minat masyarakat dalam berwisata.

Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia yang memilki 13.466 pulau. Indonesia memiliki potensi pariwisata mulai dari bentukan alam secara alami, keadaan sosial yang beragam seperti budaya, suku,dan adat istiadat yang dapat dijadikan sebagai aktivitas pariwisata.pemerintah mengupayakan untuk memajukan aktivitas pariwisata di daerahnya dengan meningkatkan pembangunan wilayah yang memiliki potensi pariwisata, memperbaiki aksebilitas baik dari dan menuju daerah yang memiliki daya tarik wisata dan mengajak masyarakat untuk memiliki minat pariwisata agar dapat berperan dalam memajukan potensi pariwisata. Pariwisata unggulan pun tak jarang menjadi salah satu icon dari suatu daerah.

Salah satunya terdapat di Sumatera Utara yaitu sebuah wisata kebun nanas. Nanas adalah salah satu tanaman buah yang banyak dibudidayakan di daerah tropis dan subtropis. Buah nanas banyak dibudidayakan di Indonesia. Karena itu, buah nanas merupakan bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia dimana semua bagian tanaman dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi. Di samping itu, arti penting bagi masyarakat juga tercermin dari luasnya areal perkebunan rakyat yang mencapai 47% dari 3,74 juta ha dan melibatkan lebih dari tiga juta rumah petani. Pengusahaan nanas juga membuka tambahan kesempatan kerja dari kegiatan pengolahan produk turunan dan hasil samping yang sangat beragam (Tarmansyah, 2007).

Profil Usaha Narasumber

Parhonasan dalam bahasa batak berarti ”suatu tempat yang ditanami tumbuhan nanas/ladang nanas.” Usaha tersebut dirintis oleh Ibu Ramine Sipayung (lahir di Polling tahun 1942) ia dulunya adalah seorang ibu rumah tangga yang bertempat tinggal di desa Sempung, Kecamatan Lae Parira bersama tujuh orang anaknya. Usaha ini dimulai sekitar tahun 1978, Ibu Remine mulai menanam berbagai macam tanaman dikebun yang memiliki luas sekitar 2 hektar mulai dari tanaman tebu, jagung, pisang, kacang hijau dan juga nanas bersama anak dan suaminya. Kemudian pada tahun 2000, kebun itu mulai dikelola oleh putranya bernama Paian Paruntungan Saragih (lahir di Bongkaras tahun 1976), beliau merupakan seorang tamatan Sarjana Teknik Panca Budi. Kemudian pada tahun 2003 setelah beliau menikah dengan Emma Susanti Silalahi (lahir di Proyek Bengaru tahun 1980) merekapun mulai merintis kembali tanaman nanas dikebun seluas 2 hektar tersebut.

           

Pada tahun 2005, kebun ini semakin populer dikalangan masyarakat dengan didirikannya bangunan berupa pondok-pondok tempat pengunjung beristirahat. Tempat tersebut bukan hanya untuk menikmati buah nanas saja tetapi juga telah menyediakan berbagai macam minuman dan cemilan. Selain nanas, ada beberapa tanaman yang  juga ditanami dan buahnya dijual ditempat ini antara lain, pohon durian, rambutan, alpukat dan kuweni. Tempat ini semakin populer dengan didirikannya sebuah tugu nanas raksasa dengan tinggi mencapai sekitar 4 meter sebagai salah satu objek berswafoto dan tak jauh dari tempat itu juga terdapat beberapa ayunan bagi mereka yang ingin bersenang-senang sembari menatap pemandangan alam nan indah di sekitar kebun tersebut. Tempat ini sangat cocok dijadikan sebagai tempat berkumpul bersama teman, kerabat serta keluarga. Mereka akan dimanjakan dengan kenyamanan dan sejuknya tempat tersebut. Untuk soal harga, nanas di tempat ini juga masih terjangkau, mulai dari Rp.15.000 sampai Rp.30.000 disesuaikan berdasarkan ukurannya.

      

Sampai sekarang, tempat wisata ini masih menjadi salah satu icon di Kabupaten Dairi yang selalu dipenuhi oleh pengunjung. Pengunjung yang datang juga bukan hanya datang dari dalam negeri saja, melainkan sudah dikunjungi oleh para wisatawan yang berasal dari luar negeri seperti Korea, Jerman, Prancis, Polandia dan masih banyak lagi.

                          Wisatawan Korea                        


                                                       Wisatawan Australia

                                                                    Wisatawan Jerman

                                                                      Wisatawan Polandia

Pada hari biasa, kebun nanas ini biasanya dikunjungi oleh warga setempat atau juga masyarakat yang sedang berkendara dan singgah untuk menikmati nanas sedangkan di akhir pekan dan hari minggu, pengunjung di tempat ini dipenuhi oleh remaja dan pemuda dari berbagai daerah. Dan puncaknya yaitu pada hari libur, dimana jumlah pengunjung bisa mencapai seriubu pengunjung. Dalam menjalankan usahanya, mereka dibantu oleh keempat anaknya serta beberapa karyawan yang digaji dengan upah yang telah ditentukan. Setiap hari Ibu Emma dan Bapak Paian bekerja membersihkan dan mengelola tanaman nanas mereka sedangkan anak-anaknya berjualan. Keuntungan yang diperoleh dari hasil berjualan nanas kira-kira Rp 2.000.000-3.000.000 tiap bulannya, keuntungan ini akan bertambah lagi pada hari-hari besar seperti tahun baru, hari Natal dan Lebaran.

BAB II

Prestasi Narasumber

Wisata Parhonasan-Daihonas ini sudah mendapatkan berbagai prestasi salah satunya tampil di berbagai stasiun televisi nasional maupun swasta seperti tvOne, Metro TV, Efarina TV dan beberapa kali masuk surat kabar. Bukan hanya itu, wisata ini juga sudah mendapat penghargaan dari Kabid Pariwisata Dairi.

Tempat ini sudah banyak dikunjungi oleh orang-orang penting seperti Polres Dairi, dosen-dosen ITB bagian Pariwisata dan masih banyak lagi. Belum lagi para pengunjung dari berbagai sekolah dan organisasi seperti TK. Methodist Sidikalang, SMA Parongil, SMA N 2 Sidikalang, dan kumpulan ibu-ibu PKK. Wisata ini juga disponsori oleh banyak pihak seperti bank BRI, bank Sumut dan dari berbagai macam produk makanan dan minuman.

BAB III

Pendekatan Kreatif

Sebelum Covid-19 masuk ke Indonesia, wisata Parhonasan-Daihonas ini ramai pengunjung bahkan di hari kerja. Namun karena pandemi ini semakin meluas, pengunjung berkurang drastis atau bisa dikatakan sepi pengunjung  walaupun bukan hari kerja. Hal ini juga membuat pemasukan berkurang drastis. Apalagi setelah diberlakukannya PSBB, mereka sempat berpikir untuk menutup sementara waktu tempat wisata ini. Namun melihat situasi, dimana banyak tersedia pondok yang memungkinkan mereka bisa duduk atau bersantai dengan mengatur jarak yang telah dianjurkan pemerintah, wisata ini tetap di buka namun dengan syarat harus mengikuti surat edaran pemerintah yang telah ditempelkan  di setiap dinding pondok dan juga tempat cuci tangan yang sudah lengkap sehingga pemerintah setempat mengijinkan tempat wisata ini tetap beroperasi.

BAB IV

Kesimpulan

Kesimpulan yang dapat saya ambil dari pengusaha sukses Ibu Emma dan Bapak Paian ini adalah bahwa setiap orang bisa menciptakan usaha sendiri sesuai dengan minat dan bakat kita. Namun hal yang perlu kita terapkan dalam pribadi kita adalah harus berani bekerja keras dan pantang menyerah dalam situasi apapun. Sama halnya dengan Bapak Paian, beliau tak kenal lelah untuk bekerja dan berupaya membangun serta mengembangkan wisata tersebut.

Saran

Sebaiknya kita semua bisa ikut serta membangun pariwisata negara kita, terutama di daerah kita sendiri dengan mengembangkan bakat yang kita punya.

DAFTAR PUSTAKA

https://anakparongil-wordpress-com.cdn.ampproject.org/v/s/anakparongil.wordpress.com/2010/10/31/objek-wisata-di-parongil-silima-pungga-pungga-dan-sekitar/amp/?amp_js_v=a2&amp_gsa=1&usqp=mq331AQFKAGwASA%3D#referrer=https%3A%2F%2Fwww.google.com&aoh=15912528050743&amp_tf=Dari%20%251%24s&ampshare=https%3A%2F%2Fanakparongil.wordpress.com%2F2010%2F10%2F31%2Fobjek-wisata-di-parongil-silima-pungga-pungga-dan-sekitar%2F

 

https://dilokasi.com/Sumatera-Utara/Places/Parhonasan-Kebun-Nenas-Sempung-Polling-2496774

 

https://vymaps.com/ID/Parhonasan-Kebun-Nenas-Sempung-Polling-2496774/

 

https://www.picuki.com/tag/laeparira

 

https://www.sibatakjalanjalan.com/2019/12/14-destinasi-wisata-di-kabupaten-dairi-serta-alamat-dan-kenapa-kamu-harus-coba-kopi-sidikalang.html?m=1

 

Tarmansyah. 2007. Inklusi Pendidikan untuk Semua. Jakarta : Depdiknas.

 

 

 


Ekonomi Sumberdaya Hutan

  Paper Ekonomi Sumberdaya Hutan                                                    Medan,   Mei 2021 P OTENSI DAN DAYA TARIK HUTAN MAN...